Bukan dari Jepang, Inilah Asal Usul Ikan Koi yang Sebenarnya

Sebagai salah satu penggemar berat ikan koi, kami yakin Anda pasti pernah merasa penasaran sendiri dan bertanya-tanya tentang asal usul ikan hias yang satu ini, kan? Bagaimana ikan ini bisa menjadi salah satu ikan hias air tawar yang paling digemari saat ini? Bagaimana pula sejarah tentang proses ditemukan ikan koi ini menjadi ikan hias? Apakah sejak awal memang ikan koi ini merupakan ikan hias ataukah ikan konsumsi sebagaimana ikan mas dan ikan nila? Bagaimana pula proses terciptanya berbagai jenis ikan koi yang jumlahnya banyak sekali seperti sekarang?

Ikan Koi Ternyat dari China, Bukan Jepang Loh

Kalau selama ini Anda mengira bahwa ikan koi itu berasal dari Jepang, berarti pengetahuan Anda selama ini salah besar. Sebab para peneliti telah menemukan jika sebenarnya ikan koi merupakan ikan endemik khas Dataran China. Pendapat ini diperkuat dengan ditemukannya sebuah buku berusia ribuan tahun di China yang mengupas tentang seluk-beluk ikan koi. Buku bernama Yogyokyo ini diklaim sebagai buku ikan koi tertua di dunia. Di dalamnya memuat penjelasan tentang teknik budidaya ikan koi yang benar serta tulisan yang mengupas jenis-jenis ikan koi dengan warnanya yang beraneka ragam.

Namun tidak mau kalah, Jepang juga mempunyai dua buku kuno yang membahas tentang ikan koi yaitu Hitachi-fudoki dan Nishonshoki. Tapi sayangnya, sampai saat ini masih banyak bagian dari buku tersebut yang belum berhasil diterjemahkan. Tahukah Anda, penduduk China pada awalnya menganggap ikan koi ini sebagai ikan mas biasa. Barulah istilah koi digunakan pertama kali oleh masyarakat Jepang untuk menyebut ikan mas yang bercorak indah ini. Penduduk Jepang juga disebut-sebut sebagai yang pertama kali membudidayakan ikan koi dengan tujuan sebagai ikan hias.

Asal Usul Kata Nishikigoi untuk Ikan Koi

Nishikigoi merupakan bahasa jepang untuk ikan koi. Kata ini terbentuk dari gabungan kata nishiki yang artinya berwarna-warni dan goi yang berarti ikan mas (ikan karper). Dalam penulisan jepang, kata koi juga mengartikan kemurnian dan cinta loh. Oleh sebab itu, ikan koi bisa juga diartikan sebagai ikan yang mempunyai garis-garis rapi di kedua sisi badannya ataupun ikan yang mampu menghadirkan cinta dan keberuntungan, serta mempunyai nilai seni yang tinggi. Sebuah julukan yang memang sangat pantas dimiliki oleh ikan yang begitu indah ini, kan?

Sebelum nama nishikigoi ditemukan, orang-orang pada awalnya menyebut ikan ini dengan julukan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ada yang menamainya dengan Hanagoi (ikan mas yang berwarna seperti bunga), Mayogoi (ikan mas yang memiliki corak indah), Echigo No Kawarigoi (ikan mas yang unik dari daerah Echigo), Madarigoi (ikan mas yang bertutul-tutul), dan Irogoi (ikan mas yang berwarna menarik). Selanjutnya nama Nishikigoi digunakan oleh seorang peneliti di Pusat Penelitian Perikanan Niigata yaitu Kei Abe. Dia menggunakan sebutan Nishikigoi ini untuk menunjuk ikan koi jenis Taisho Sanshoku yang dibudidayakannya di kawasan Takezawa Mura pada 1918.

Terdapat dua peristiwa penting yang menyebabkan kata Nishikigoi menyebar luas hingga ke seantero Jepang. Peristiwa pertama adalah ketika seorang kapten tengah mengunjungi Pusat Pembenihan Koi di Niigata setelah perang dunia kedua. Awal mulanya dia merasa tidak suka dan tidak nyaman dengan kata irogoi yang biasa digunakan oleh para peneliti di sana untuk menyebutkan ikan koi. Hal ini karena kata irogoi dalam bahasa jepang mengandung konotasi yang negatif. Akhirnya dia pun lebih memilih kata Nishikigoi ini kemudian memperkenalkannya ke publik secara luas.

Peristiwa kedua ialah pada saat seorang kepala tentara sekutu bernama Francis Burgoa meninjau pusat pembenihan ikan koi di Yamakoshi setelah perang dunia kedua. Dia lantas menyebarkan sebutan ini ke sekutu-sekutu yang lainnya. Sejak saat itulah, ikan koi pun dikenal sebagai nishikigoi. Sebutan ini lantas diserap ke bahasa masing-masing setiap negara. Misalnya di Indonesia, nishikigoi mengartikan sebagai ikan koi. Sebutan ini pun terus lestari sampai sekarang.

Menurut legenda China, penguasa Kerajaan Lu pernah menghadiahkan ikan koi sebagai kado kelahiran bagi anak pertama Kaisar Kong Zi pada 533 SM. Konon ikan yang dihadiahkan ini merupakan ikan mas yang saat ini dikenal sebagai ikan koi. Sedangkan cerita rakyat Jepang pernah mengisahkan bahwa ikan ini dipakai oleh Kaisar Kejkou untuk menaklukan hati anak perempuan Pangeran Yasakairihiko Otohime pada 94 M. Dari sinilah masyarakat Jepang lantas menyebutnya sebagai koi yaitu ikan yang digunakan oleh Sang Kaisar untuk mencuri hati pujaannya.

Penyebaran Ikan Koi dari China ke Jepang

Aktor utama yang memperkenalkan ikan koi ke Negara Jepang tak lain dan tak bukan adalah penduduk Negara China sendiri. Sekitar awal abad ke-17, banyak petani China yang bermigrasi ke Jepang. Mereka membawa ikan ini sebagai bekal untuk dikonsumsi selama di dalam perjalanan. Kemudian penduduk Jepang, terutama masyarakat di Pegunungan Ojiya, Niigata, mulai tertarik untuk ikut membudidayakan ikan koi. Masyarakat di sini memelihara ikan koi ketika musim panas saja sebab saat musim dingin tiba, seluruh daerah di sini akan tertutup salju. Oleh karena itu, sebelum musim dingin tiba, semua ikan-ikan koi harus segera diolah terlebih dahulu.

Kisah Awal Mula Ikan Koi Menjadi Ikan Hias

Selama bertahun-tahun penduduk Jepang mengembangbiakkan ikan koi, barulah mereka sadar ikan ini mempunyai nilai estetika yang tinggi. Keindahan ini mereka jumpai saat tanpa sengaja menemukan ikan koi yang berwarna merah dengan corak biru muda. Selanjutnya berbagai persilangan pun mulai sering dilakukan untuk menghasilkan ikan-ikan koi baru yang mempunyai penampilan jauh lebih menarik lagi. Budidaya ikan koi untuk kebutuhan ikan hias mulai serius dilaksanakan oleh Jepang sekitar tahun 1820-1830. Mereka mulai memeliharanya di kolam ikan yang sudah dibuat secara khusus di area perkebunan.

Jenis-jenis Ikan Koi Baru pun Mulai Bermunculan

Di bawah ini merupakan sejarah singkat mengenai penemuan jenis-jenis ikan koi yang ada saat ini!

    • Pada tahun 1804-1829 ditemukanlah jenis ikan koi yang pertama kali yaitu ikan koi bunka. Ikan ini memiliki ciri khas berupa warna merah di kedua pipinya.
    • Ketika koi bunka ini disilangkan dengan ikan koi berwarna putih polos, maka hasilnya berupa anakan ikan koi bertubuh putih dengan perut merah. Ikan ini lantas dinamakan koi bunsei.
    • Jenis ikan koi berikutnya kemudian muncul pada 1830-1843 yang dikenal dengan nama ikan koi tenpo. Ciri-ciri ikan ini adalah tubuh koi berwarna putih dengan corak merah di bagian dahi, pipi, dan bibirnya.
    • Barulah pada tahun 1870, ikan koi kohaku berhasil ditemukan dan sampai saat ini menjadi primadona dari segala jenis ikan koi. Ciri-ciri khas dari kohaku adalah badannya berwarna putih dengan corak berwarna merah menyala.
  • Selanjutnya pada tahun 1900 ada upaya persilangan ikan koi berwarna hitam dengan ikan kohaku. Hasil persilangan berupa anakan koi berwarna merah putih dengan corak hitam. Ikan koi ini kemudian diberi nama sanke/sanshoku.
  • Pada tahun 1904, Jerman memberikan hadiah dengan mengirim ke Jepang berupa ikan mas dengan tekstur yang unik. Ikan koi yang diturunkan dari ikan mas khas Jerman tersebut lantas dinamakan doitsugoi
  • Sekitar tahun 1910, ikan koi shiroutsiri berhasil diciptakan. Ikan ini mempunyai warna tubuh putih dengan corak hitam. Tidak berselang lama, muncul lah ikan koi jenis kinutsuri dengan warna kuning hitam.
  • Kemudian pada tahun 1927, ikan koi showa diperkenalkan ke publik. Berbeda dengan jenis-jenis sebelumnya yang hanya terdiri dari dua warna, ikan koi showa memiliki kombinasi warna merah, putih, dan hitam.
  • Tahun 1946 ikan koi berwarna kuning mulai banyak dikembangkan. Di Jepang, ikan ini sering disebut ikan koi ogon. Minat yang tinggi terhadap ikan koi berwarna kuning ini, lantas melahirkan jenis ikan koi baru berwarna metalik.

Pada akhirnya, ikan koi menjadi salah satu komoditi bisnis yang sangat besar. Banyak orang yang tertarik bergelut di bidang ini karena melihat keuntungannya yang begitu banyak dan potensi pasar peminatnya pun tidak pernah surut. Hingga kini, telah ditemukan sekitar 15 jenis ikan koi yang akan kami bahas pada artikel selanjutnya. Dari berbagai jenis ikan koi tersebut, ikan koi yang saat ini menjadi primadona antara lain ikan koi kohaku (tubuh putih pola merah), sanke (tubuh merah putih pola hitam), dan showa (tubuh hitam pola merah putih).